Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Lepas Mahasiswa Ikuti Program Mahasiswa Berdampak di Sumatera Barat

 

Bandar Lampung, 29 Januari 2026 - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai secara resmi melepas mahasiswa peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Dalam Upaya Pemulihan Bencana Sumatra. Kegiatan pelepasan ini menjadi penanda dimulainya pelaksanaan pengabdian mahasiswa Saburai di wilayah terdampak bencana banjir.

Sebanyak 47 mahasiswa Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai yang merupakan perwakilan dari seluruh program studi akan diterjunkan ke Nagari Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Para mahasiswa tersebut akan didampingi oleh 3 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) selama pelaksanaan kegiatan.

Program pengabdian ini akan berlangsung selama 20 hari kerja, terhitung mulai 29 Januari hingga 25 Februari 2026. Lokasi pengabdian, Nagari Duku, merupakan salah satu wilayah yang terdampak banjir pada akhir tahun 2025 dan masih membutuhkan dukungan serta pendampingan dalam proses pemulihan sosial, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan Program Mahasiswa Berdampak ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai bagian dari program nasional yang mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam upaya pemulihan pascabencana di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui program ini, Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai menunjukkan komitmennya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Menariknya, Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai menjadi satu-satunya perguruan tinggi asal Provinsi Lampung yang berpartisipasi dalam program nasional ini, sehingga keikutsertaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi sivitas akademika Saburai.

Kepala LPPM Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai dalam sambutannya menyampaikan harapan agar seluruh mahasiswa peserta dapat melaksanakan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika dan nilai kemanusiaan, serta menjaga nama baik universitas. Mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan masyarakat setempat dan memberikan kontribusi nyata dalam rangka meringankan beban masyarakat pascabencana banjir.

Melalui kegiatan ini, kehadiran mahasiswa Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai di tengah masyarakat Nagari Duku diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara fisik, tetapi juga menumbuhkan kembali semangat, harapan, dan kemandirian masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.

Program Mahasiswa Berdampak ini sekaligus menjadi wadah pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengasah empati, kepedulian sosial, serta kemampuan bekerja lintas disiplin ilmu dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat.

Pelepasan mahasiswa peserta program ini dilaksanakan secara resmi dan dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, Dr. Sodirin, S.E., M.M., pada Kamis (29/1/2026). Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa keberangkatan mahasiswa merupakan bagian dari misi kemanusiaan yang menuntut tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi dengan cepat di lingkungan masyarakat.

Rektor juga berpesan agar seluruh mahasiswa senantiasa menjaga sikap, mematuhi seluruh kesepakatan dan aturan yang telah ditetapkan, serta memperhatikan kondisi kesehatan selama menjalankan kegiatan di lokasi pengabdian. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran mandiri sekaligus pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi persoalan nyata di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala LPPM Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, Novalia, menyampaikan bahwa Program Mahasiswa Berdampak merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada aspek pengabdian kepada masyarakat sekaligus bagian dari program resmi pemerintah. Ia menjelaskan bahwa program ini didanai oleh Kemendiktisaintek, serta menegaskan bahwa Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Provinsi Lampung yang menerima hibah program tersebut. Di wilayah LLDikti Wilayah II, hanya dua perguruan tinggi yang memperoleh pendanaan serupa.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa akan didampingi oleh tiga dosen Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, yaitu Eka Ubaya Taruna Ra’uf, S.Sos., M.Si., Reza Pahlepi, S.E., M.M., dan Ir. Sari Utami Dewi, S.T., M.T., guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai perencanaan serta kebutuhan masyarakat setempat.